Bukittinggi Japanese Tunnel

Setelah sekian lama vakuum tidak menulis blog. Akhirnya keinginan menulis timbul lagi. Berawal dari “Long Weekend” di awal April ini. Perjalanan wisata ke Bukittinggi yang tidak jauh dari Pekanbaru dilakoni oleh 14 orang wisatawan lokal. Bukittinggi adalah sebuah kota yang mempunyai nilai historis tinggi. Dari mulai penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang sampai pada titik-titik menuju kemerdekaan Indonesia.
JamGadang3
Adapun sebuah hadiah dari Ratu Belanda yang hingga saat ini masih berdiri tegak (meskipun agak miring sedikit) yaitu “JAM GADANG“. Sebuah Icon kota Bukittinggi dan mempunyai keunikan tersendiri apabila dilihat-lihat lagi secara seksama. Secara kasat mata adalah angka romawi “empat” ditulis “IIII” padahal seharusnya “IV”. Kemudian keunikan lainya adalah mesin Jam Gadang ini hanya ada 2 di dunia. Dimana satu lagi terletak di jam “BIG BEN” di Inggris.

Keindahan kota Bukittinggi memang menarik banyak wisatawan dari daerah sekitar, sesekali juga terlihat wisatawan asing yang membawa tas gendong (backpacker) terlihat sedang menikmati keindahan alamnya. Daerah yang berbukit-bukit, pepohonan, satwa dan udara segar perbukitan menjadi daya tarik wisata alam di Bukittinggi. Selain Jam Gadang, objek wisata di Bukittinggi adalah Ngarai Sihanok (tempat lokasi syuting film “MERANTAU“), Benteng Fort De Kock, Kebun Binatang, Pasar Atas, Pasar Bawah, Jembatan dan Lobang Jepang / Goa Jepang / Japanese Tunnel.
Goa Jepang Bukittinggi
Japanese Tunnel ditemukan pada tahun 1946 di Bukittinggi. Ujung Goa Jepang ini pada awalnya hanya sebesar ember dan cukup untuk satu orang saja dapat keluar dari goa tersebut. Tetapi sekarang telah diperbesar sehingga bisa dimasuki 5 orang sekaligus. Goa ini dibangun ketika penjajahan Jepang ke Indonesia kurang lebih 3,5 tahun. Di dalam goa ini pada mulanya dipakai untuk penyimpanan senjata dan tempat pengintaian serta tempat penyiksaan romusha. Di kedalaman 50-60m di bawah permukaan tanah ini lah jepang bersembunyi dari pihak sekutu dan goa ini dibangun oleh tahanan-tahanan pejuang Indonesia dari berbagai daerah yang dipekerjakan secara paksa dan kemudian dibunuh lalu mayatnya dibuang ke jurang. Konstruksi goa ini bisa bertahan dari gempa dan terdapat peredam gema (pantulan bunyi) sehingga orang yang berbicara di dalam goa tidak dapat terdengar dari luar. Kondisi sekarang goa ini memakai penerangan lampu neon padahal dulunya hanya diterangi oleh cahaya obor. Bila takut nyasar di goa ini lebih baik kita memanfaatkan jasa pemandu, karena goa ini bisa membuat orang tersesat didalamnya banyak lorong-lorong. Goa jepang ini bisa tembus ke ngarai sihanok, ke jalan raya, taman kota, dan lain-lain. Selengkapnya silakan hubungi saja pemandu Goa Jepang di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: