Pindah kerja mendongkrak “GAJI” ?

Pekerjaan beda dengan perkuliahan (baca: sekolah). Yang paling membedakanya adalah masalah “GAJI”. Seringkali mendengar kata “GAJI” ini orang akan cenderung labih tertutup, dan menganggap privasinya terusik bila membicarakan masalah ini. Ada juga yang merasa randah diri, jika membicarakan masalah ini, maaf mungkin karena gajinya kecil (dibanding teman-temanya yang lain -pengalaman pribadi-๐Ÿ™‚ ). Ada pula yang menganggap masalah ini menyangkut harga kemampuan “self value” seseorang. Jadi intinya kebanyakan orang kadang sulit berterus terang akan masalah ini. Begitu pula ‘saya’ dalam hal ini tidak akan terlalu berterus terang akan hal ini (tidak akan membicarakan “rupiah”), tetapi hanya dianalogikan saja menurut fakta dan pengalaman pribadi.
Kembali ke pertanyaan di atas, “pindah kerja mendongkrak “GAJI” ? ” seharusnya ditambah dengan kata tanya “apakah”, jadi selengkapnya : apakah pindah kerja dapat meningkatkan “GAJI” ? dan jawaban saya adalah “Ya” atau bisa juga “tidak”. Sederhana sekali bukan? Karena berdasar pengalaman pribadi, maka saya bisa jawab “ya” dan bisa juga “tidak”.
jawaban : tidak
Kenyataan bahwa pindah kerja itu tidak dapat mendongkrak “gaji” saya adalah benar. ini dikarenakan pada saat saya pertama kali pindah kerja dari perusahaan yang berlokasi di Jakarta dengan nominal gaji x rupiah, menuju perusahaan baru saya yang berlokasi di Bandung, gaji saya masih tetap bernilai x rupiah (pengalaman pertama). Itu adalah keputusan terbaik yang saya ambil, kenapa? meskipun secara nilai rupiahnya masih sama, ternyata jika di kalkulasi ulang, maka lebih besar pendapatan saya di perusahaan yang baru itu. Alasanya sederhana, yaitu karena biaya yang dikeluarkan perbulan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pertama untuk biaya “housing” atau dikenal dengan kos-kosan, di Jakarta rate perbulanya 400rb (fakta dalam rupiah) sedangkan di Bandung hanya 250rb (fakta dalam rupiah), kemudian ongkos pulang untuk dari jakarta ke kampung saya menghabiskan biaya sebesar 100rb (fakta rupiah) sedangkan bila ongkos dari Bandung hanya 25rb(fakta rupiah). Jadi ketika di rekalkulasi ulang dengan biaya yang lebih rendah meskipun gajinya sebesar x rupiah, maka secara finansial saya lebih untung.
jawaban : ya
Untuk jawaban ini, mungkin akan banyak orang yang meragukan fakta yang akan dibeberkan disini. maka bila anda tidak akan percaya dengan jawaban saya ini silakan selesai membaca sampai di sini saja. Karena saya takut dianggap orang yang sombong atau mempengaruhi loyalitas seseorang pada pekerjaanya sekarang. Jika sudah yakin tidak akan terpengaruh maka ini jelas-jelas bukan iklan dan boleh dibilang anugrah dari Allah untuk saya. Sebenarnya sebelum saya pindah ke pekerjaan yang ke tiga ini (tepatnya di Sumatra, Prov.Riau) saya sering berdoa dan punya keyakinan bahwa gaji sekarang yang bernilai x rupiah ini akan bisa naik 2kali lipat menjadi 3x. Pengorbanan yang saya lakukan juga tidak sedikit, dimulai dengan menolah salah satu tawaran bank terbesar di indonesia, sampai dengan gagal meneruskan kuliah S2 di institut ternama di kota Bandung. Ternyata memang Allah berkehendak lain, saya sendiri juga sebenarnya “iseng-iseng berhadiah” mencoba melamar ke perusahaan minyak yang pada waktu itu lowonganya tercantum pada sebuah milis di Internet. Pada awalnya saya tidak merasa yakin akan dipanggil interview, karena pengalaman kurang dari 2 thn, terus ipk (maaf sebut saja PMDK), dan cv-nya tidak memakai foto. Beberapa hari kemudian di telpon lalu interview di Jakarta. ketika selesai interview, saya lebih pesimis lagi karena sainganya ada yang sudah berpengalaman 10 tahun, huuuhh jadi makin tipis saja peluang saya untuk mendapat pekerjaan tersebut. Tetapi Allah berkehendak lain, seminggu kemudian adalah pengumuman bahwa saya diterima di prusahaan minyak tersebut dengan gaji meningkat 500% Alhamdulillah, ternyata pindah kerja itu memang dapat mendongkrak “sallary” kita.
Tulisan ini saya persembahkan khusus untuk teman-teman saya yang belum lulus dan para lulusan yang termasuk PMDK supaya jangan berkecil hati dengan ipk yang rendah ataupun di bawah standar. Yang penting adalah kemampuan atau bahasa sundanya “soft skill” juga keahlian negosiasi yah boleh dibilang “bargaining position”. Tetapi untuk pembaca yang loyal dengan perusahaan, mohon jangan terpengaruh oleh artikel ini karena ini hanya sharing pengalaman pribadi saja dan tidak ada maksud untuk mempengaruhi supaya “pindah dari pekerjaan yang sekarang“. Terima kasih. Silakan berkomentar.

3 Responses to Pindah kerja mendongkrak “GAJI” ?

  1. Ping-balik: rasanya jatuh cinta « Hey, Awik

  2. dim mengatakan:

    yah tergantung pindahnya ke mana๐Ÿ™‚

    every one has his own place. just follow our own calling…

  3. alle mengatakan:

    hehe,.. doakan gw biar bisa nyusul ke perusaan lu๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: