Lebih enak bekerja di rumah atau di kantor

Bangun pukul 05.00, mandi pukul 06.00 berangkat ke kantor pukul 07.00 kemudian macet dan berdesakan di perjalanan menuju kantor. pulang jam 17.00 lalu macet, debu dan asap perjalanan menerpa tiap hari menuju perjalanan pulang ke rumah. penghasilan tidak seberapa dan rutinitas tersebut berjalan terus sepanjang waktu. Senin sampai jumat selalu menghabiskan waktu di perjalanan dan bahkan di kantor.

macet

Tersisa hari Sabtu dan Minggu saja untuk bercanda bersama anak-anak dan keluarga. Waktu itu seakan-akan habis dimakan kantor. terkadang permasalahan kantor ikut dibawa pulang. karena waktu kita lebih banyak di kantor.

Bayangkan sekali saja kalau kita bekerja tidak usah datang ke kantor. Cukup hanya dari rumah. Bisa sambil menamam pohon atau juga sesekali sambil masak. Atau bekerja sambil nyuapin anak. tentu waktu-waktu berharga kita lebih banyak dihabiskan dengan keluarga.

Singkatnya permasalahan macet di Jakarta bisa selesai kalau orang-orangnya bekerja di rumah semua. kantor-kantor sepi. jalanan sepi. Tidak ada lagi pemborosan anggaran negara untuk mengatasi kemacetan. Bahkan bekerja di rumah bisa mendapat penghasilan berkali-kali lipat lebih banyak dari pada yang bekerja di kantor.

Ada beberapa teman yang sudah lama bekerja dari rumah dan tidak berangkat ke kantor. Penghasilan mereka lumayan. Ada yang mendapat 700$ perbulan dan bahkan yang sudah senior bisa mendapat 3000$ dalam sebulanya. Mayoritas teman-teman yang bekerja di rumah itu bisa dikatakan freelance. bidangnya juga macam-macam, ada yang mengerjakan sebuah atau beberapa project dengan client-client di asing di luar negeri. Ada pula yang menjadi online marketing. Sebenarnya sudah lama istilah online marketing ini muncul ke permukaan. tetapi setelah ada social media seperti twitter dan facebook, fenomena online marketing ini menembus angka yang fantastis. sistem marketing yang lama dan tradisional seakan usang dihempas perkembangan zaman yang bisa meningkatkan penjualan secara exponensial.

Sudah siapkah anda untuk bekerja di rumah?

Bukittinggi Japanese Tunnel

Setelah sekian lama vakuum tidak menulis blog. Akhirnya keinginan menulis timbul lagi. Berawal dari “Long Weekend” di awal April ini. Perjalanan wisata ke Bukittinggi yang tidak jauh dari Pekanbaru dilakoni oleh 14 orang wisatawan lokal. Bukittinggi adalah sebuah kota yang mempunyai nilai historis tinggi. Dari mulai penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang sampai pada titik-titik menuju kemerdekaan Indonesia.
JamGadang3
Adapun sebuah hadiah dari Ratu Belanda yang hingga saat ini masih berdiri tegak (meskipun agak miring sedikit) yaitu “JAM GADANG“. Sebuah Icon kota Bukittinggi dan mempunyai keunikan tersendiri apabila dilihat-lihat lagi secara seksama. Secara kasat mata adalah angka romawi “empat” ditulis “IIII” padahal seharusnya “IV”. Kemudian keunikan lainya adalah mesin Jam Gadang ini hanya ada 2 di dunia. Dimana satu lagi terletak di jam “BIG BEN” di Inggris.

Keindahan kota Bukittinggi memang menarik banyak wisatawan dari daerah sekitar, sesekali juga terlihat wisatawan asing yang membawa tas gendong (backpacker) terlihat sedang menikmati keindahan alamnya. Daerah yang berbukit-bukit, pepohonan, satwa dan udara segar perbukitan menjadi daya tarik wisata alam di Bukittinggi. Selain Jam Gadang, objek wisata di Bukittinggi adalah Ngarai Sihanok (tempat lokasi syuting film “MERANTAU“), Benteng Fort De Kock, Kebun Binatang, Pasar Atas, Pasar Bawah, Jembatan dan Lobang Jepang / Goa Jepang / Japanese Tunnel.
Goa Jepang Bukittinggi
Japanese Tunnel ditemukan pada tahun 1946 di Bukittinggi. Ujung Goa Jepang ini pada awalnya hanya sebesar ember dan cukup untuk satu orang saja dapat keluar dari goa tersebut. Tetapi sekarang telah diperbesar sehingga bisa dimasuki 5 orang sekaligus. Goa ini dibangun ketika penjajahan Jepang ke Indonesia kurang lebih 3,5 tahun. Di dalam goa ini pada mulanya dipakai untuk penyimpanan senjata dan tempat pengintaian serta tempat penyiksaan romusha. Di kedalaman 50-60m di bawah permukaan tanah ini lah jepang bersembunyi dari pihak sekutu dan goa ini dibangun oleh tahanan-tahanan pejuang Indonesia dari berbagai daerah yang dipekerjakan secara paksa dan kemudian dibunuh lalu mayatnya dibuang ke jurang. Konstruksi goa ini bisa bertahan dari gempa dan terdapat peredam gema (pantulan bunyi) sehingga orang yang berbicara di dalam goa tidak dapat terdengar dari luar. Kondisi sekarang goa ini memakai penerangan lampu neon padahal dulunya hanya diterangi oleh cahaya obor. Bila takut nyasar di goa ini lebih baik kita memanfaatkan jasa pemandu, karena goa ini bisa membuat orang tersesat didalamnya banyak lorong-lorong. Goa jepang ini bisa tembus ke ngarai sihanok, ke jalan raya, taman kota, dan lain-lain. Selengkapnya silakan hubungi saja pemandu Goa Jepang di lokasi.

Jual Motor

Bila anda berminat, hubungi : 085295944979 no sms. (Khusus Pekanbaru, Rumbai, dsk.)

Terong BELANDA

Malam ini gak seperti malam biasanya yang cuman makan sama telur dadar atw mie rebus aja. Biasalah anak kos. He hee. Jam delapan malam keluar dari kos dengan motor butut. Brmmmm. Menuju sebuah warung ikan bakar. Biasanya sih kadang pesen Nila bakar atw Dada Ayam bakar. Namun kali ini rada Spesial. Berhubung Nila bakarnya gak ada. Jadi mesen Gurame Bakar. Tunggu dulu. Dari tadi belum disebut-sebut terongnya. Eh iya waktu itu juga pesen Jus Terong Belanda. Jadi makan malam kali ini rada spesial, Gurame bakar plus terong belanda. Meskipun cuman makan sendirian di kosan sambil nonton Dr. House.

Terong Belanda, satu hal yang jadi ciri khas Pekanbaru (ini opini pribadi soalnya baru nemu terong belanda disini) enak sekali jika di buat juice. Bentuknya mirip terong biasa yang biasa dipakai lalapan dan dicocol sambal. Namun warnanya merah tua dan ujungnya sedikit runcing. Tangkainya mirip sama terong biasa. Tapi ketika di belah menyerupai tomat karena mengandung air. Komposisi untuk membuat 1 gelas juice terong belanda, cukup dengan 2buah terong belanda dibelah dua sama rata. siapkan blender, gula pasir secukupnya, es batu dan juga susu. Setelah terong belanda di belah, ambil dagingnya dan buang kulitnya. Kemudian masukan ke dalam blender bersama es batu, gula dan juga susu yang telah di sediakan. Putarlah blender selama 5-10 menit. Juice terong belanda siap disajikan. Sekian menu minuman malam ini yang menyehatkan dan menambah gairah. Silakan berkomentar.

Pindah kerja mendongkrak “GAJI” ?

Pekerjaan beda dengan perkuliahan (baca: sekolah). Yang paling membedakanya adalah masalah “GAJI”. Seringkali mendengar kata “GAJI” ini orang akan cenderung labih tertutup, dan menganggap privasinya terusik bila membicarakan masalah ini. Ada juga yang merasa randah diri, jika membicarakan masalah ini, maaf mungkin karena gajinya kecil (dibanding teman-temanya yang lain -pengalaman pribadi-🙂 ). Ada pula yang menganggap masalah ini menyangkut harga kemampuan “self value” seseorang. Jadi intinya kebanyakan orang kadang sulit berterus terang akan masalah ini. Begitu pula ‘saya’ dalam hal ini tidak akan terlalu berterus terang akan hal ini (tidak akan membicarakan “rupiah”), tetapi hanya dianalogikan saja menurut fakta dan pengalaman pribadi.
Kembali ke pertanyaan di atas, “pindah kerja mendongkrak “GAJI” ? ” seharusnya ditambah dengan kata tanya “apakah”, jadi selengkapnya : apakah pindah kerja dapat meningkatkan “GAJI” ? dan jawaban saya adalah “Ya” atau bisa juga “tidak”. Sederhana sekali bukan? Karena berdasar pengalaman pribadi, maka saya bisa jawab “ya” dan bisa juga “tidak”.
jawaban : tidak
Kenyataan bahwa pindah kerja itu tidak dapat mendongkrak “gaji” saya adalah benar. ini dikarenakan pada saat saya pertama kali pindah kerja dari perusahaan yang berlokasi di Jakarta dengan nominal gaji x rupiah, menuju perusahaan baru saya yang berlokasi di Bandung, gaji saya masih tetap bernilai x rupiah (pengalaman pertama). Itu adalah keputusan terbaik yang saya ambil, kenapa? meskipun secara nilai rupiahnya masih sama, ternyata jika di kalkulasi ulang, maka lebih besar pendapatan saya di perusahaan yang baru itu. Alasanya sederhana, yaitu karena biaya yang dikeluarkan perbulan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pertama untuk biaya “housing” atau dikenal dengan kos-kosan, di Jakarta rate perbulanya 400rb (fakta dalam rupiah) sedangkan di Bandung hanya 250rb (fakta dalam rupiah), kemudian ongkos pulang untuk dari jakarta ke kampung saya menghabiskan biaya sebesar 100rb (fakta rupiah) sedangkan bila ongkos dari Bandung hanya 25rb(fakta rupiah). Jadi ketika di rekalkulasi ulang dengan biaya yang lebih rendah meskipun gajinya sebesar x rupiah, maka secara finansial saya lebih untung.
jawaban : ya
Untuk jawaban ini, mungkin akan banyak orang yang meragukan fakta yang akan dibeberkan disini. maka bila anda tidak akan percaya dengan jawaban saya ini silakan selesai membaca sampai di sini saja. Karena saya takut dianggap orang yang sombong atau mempengaruhi loyalitas seseorang pada pekerjaanya sekarang. Jika sudah yakin tidak akan terpengaruh maka ini jelas-jelas bukan iklan dan boleh dibilang anugrah dari Allah untuk saya. Sebenarnya sebelum saya pindah ke pekerjaan yang ke tiga ini (tepatnya di Sumatra, Prov.Riau) saya sering berdoa dan punya keyakinan bahwa gaji sekarang yang bernilai x rupiah ini akan bisa naik 2kali lipat menjadi 3x. Pengorbanan yang saya lakukan juga tidak sedikit, dimulai dengan menolah salah satu tawaran bank terbesar di indonesia, sampai dengan gagal meneruskan kuliah S2 di institut ternama di kota Bandung. Ternyata memang Allah berkehendak lain, saya sendiri juga sebenarnya “iseng-iseng berhadiah” mencoba melamar ke perusahaan minyak yang pada waktu itu lowonganya tercantum pada sebuah milis di Internet. Pada awalnya saya tidak merasa yakin akan dipanggil interview, karena pengalaman kurang dari 2 thn, terus ipk (maaf sebut saja PMDK), dan cv-nya tidak memakai foto. Beberapa hari kemudian di telpon lalu interview di Jakarta. ketika selesai interview, saya lebih pesimis lagi karena sainganya ada yang sudah berpengalaman 10 tahun, huuuhh jadi makin tipis saja peluang saya untuk mendapat pekerjaan tersebut. Tetapi Allah berkehendak lain, seminggu kemudian adalah pengumuman bahwa saya diterima di prusahaan minyak tersebut dengan gaji meningkat 500% Alhamdulillah, ternyata pindah kerja itu memang dapat mendongkrak “sallary” kita.
Tulisan ini saya persembahkan khusus untuk teman-teman saya yang belum lulus dan para lulusan yang termasuk PMDK supaya jangan berkecil hati dengan ipk yang rendah ataupun di bawah standar. Yang penting adalah kemampuan atau bahasa sundanya “soft skill” juga keahlian negosiasi yah boleh dibilang “bargaining position”. Tetapi untuk pembaca yang loyal dengan perusahaan, mohon jangan terpengaruh oleh artikel ini karena ini hanya sharing pengalaman pribadi saja dan tidak ada maksud untuk mempengaruhi supaya “pindah dari pekerjaan yang sekarang“. Terima kasih. Silakan berkomentar.

Gitar Bandung

“GITAR” nama ini populer sekali di kalangan anak muda (ABG) jaman sekarang. Terutama yang laki-laki biasanya mereka lebih terlihat jantan ketika memegang gitar. Fenomena rental Band yang sering dikunjungi kawula muda seumuran SMP-SMA hingga mahasiswa, makin meningkatkan kepopuleran alat musik “Gitar” ini. Kalau dunia musik diibaratkan olahraga, mungkin yang namanya “Sepakbola” itu adalah “gitar” (hanya sebuah opini saja).

Bila dikutip dari kompas, “Gitar buatan Bandung ini telah menembus pasar Inggris dan Amerika Serikat,” kata Rahmad Nasution, dari Pemasaran PT Genta Trikarya di arena Trade Expo Indonesia 2008, Jakarta, Jumat (24/10).

Di Bandung, yang sering dibilang kota “mode” atawa “fashion” boleh juga – dan memang banyak – yang berkata bahwa bandung itu kota musik. Karena banyak band-band besar yang lahir di kota ini, seperti Gigi, The Changcuters, peterpan(dah mau bubar), dan banyak lagi yang lainya.

Ternyata dengan kondisi yang seperti itu, Bandung juga merupakan tempat memproduksi “GITAR”. Sebuah perusahaan gitar di bandung dengan jumlah pekerja sebanyak 40 orang dapat memproduksi 500 buah gitar perbulan dengan komposisi 80% untuk diekspor ke Inggris dan Amerika dan 20% untuk konsumsi dalam negeri (masuk pasar:(pengecer/retailer) lokal).

Lain halnya dengan perusahaan (baca: pengrajin) gitar punya teman seperjuangan saya, dengan jumlah karyawan tidak tetap 2 orang dengan bosnya sendiri (menjadi 3 orang) dapat memproduksi 2-5 gitar tiap bulan. itu tergantung permintaan pembeli juga, dan pengiriman terbanyak yaitu ke toko gitar yang menjadi pelanggannya dengan omset 5-10 gitar per pengiriman.

Memang terdapat fakta bahwa “Konsumen luar negeri percaya kayu dari Indonesia yang terbaik dan harga yang kami tawarkan juga cukup bersaing di sana” dan untuk pembuatan gitar itu sendiri memerlukan ketelitian dan kesabaran juga nilai seni tinggi. Dari mulai pemilihan kayu, penghalusan dan pembentukan gitar, pemasangan komponen (senar, fret, spul (khusus: gitar elektrik)), sampai pada pengepresan dan pengecatan memerlukan waktu yang cukup lama. Bila ditekuni dengan baik, bisnis gitar ini cukup potensial untuk mendorong pengrajin gitar supaya dapat hidup layak dengan hasil karya-karyanya.

Sebenarnya dari beberapa sumber, pabrik gitar itu tidak hanya berlokasi di bandung, tetapi juga ada di Bogor, Majalengka dan kuningan jawa barat. Dan produk mereka ini berkualitas eksport, jadi sedikit banyak dapat membantu peningkatan devisa negara.

Main Bola

Ramadhan sudah lama berlalu, tapi diriku masih diliputi dosa dan melakukanya disaat khilaf. Padahal ramadhan baru saja terlewat tiga minggu. Ah… sudahlah, jangan terlalu dipikirkan.

Sore tadi aku pulang dengan berjalan kaki, melewati sekumpulan anak yang bermain bola. Rasanya kembali teringat pada masa lalu ketika masih kanak kanak. main bola di lapangan hijau dengan keceriaan dan kepolosan. Tidak terlalu banyak pikiran dan bebas untuk bergerak serta beraktivitas. Masa-masa itu memang masa yang indah untuk dikenang.

Ditengah lapangan hijau tampak beberapa anak kecil. ada yang memakai kaos dan ada pula yang telanjang dada. dengan satu buah bola sepak mereka gembira menendangnya kesana kemari. terdapat penjaga gawang dan striker disana yang meluncurkan aksinya untuk mencetak gol.

Bila waktu dapat mundur ke belakang, rasanya diriku tak jauh berbeda dengan anak-anak yang kulihat sore tadi. Bila teringat diriku 12 atau 14 tahun silam juga betapa asyiknya bermain bola di depan kantor KORAMIL. pada waktu itu bolanya juga hanya bola plastik dan kami bermain di rumput halaman kantor KORAMIL tersebut yang kebetulan dekat sekali dengan jalan raya. sekali waktu pernah juga ketika temanku menendang bola dan kemudian bolanya terlempar ke jalan raya lalu terlindas mobil. dhueeerrr, meletuslah bola plastiknya itu.