
Bila anda berminat, hubungi : 085295944979 no sms. (Khusus Pekanbaru, Rumbai, dsk.)

Bila anda berminat, hubungi : 085295944979 no sms. (Khusus Pekanbaru, Rumbai, dsk.)
“GITAR” nama ini populer sekali di kalangan anak muda (ABG) jaman sekarang. Terutama yang laki-laki biasanya mereka lebih terlihat jantan ketika memegang gitar. Fenomena rental Band yang sering dikunjungi kawula muda seumuran SMP-SMA hingga mahasiswa, makin meningkatkan kepopuleran alat musik “Gitar” ini. Kalau dunia musik diibaratkan olahraga, mungkin yang namanya “Sepakbola” itu adalah “gitar” (hanya sebuah opini saja).
Bila dikutip dari kompas, “Gitar buatan Bandung ini telah menembus pasar Inggris dan Amerika Serikat,” kata Rahmad Nasution, dari Pemasaran PT Genta Trikarya di arena Trade Expo Indonesia 2008, Jakarta, Jumat (24/10).
Di Bandung, yang sering dibilang kota “mode” atawa “fashion” boleh juga – dan memang banyak – yang berkata bahwa bandung itu kota musik. Karena banyak band-band besar yang lahir di kota ini, seperti Gigi, The Changcuters, peterpan(dah mau bubar), dan banyak lagi yang lainya.
Ternyata dengan kondisi yang seperti itu, Bandung juga merupakan tempat memproduksi “GITAR”. Sebuah perusahaan gitar di bandung dengan jumlah pekerja sebanyak 40 orang dapat memproduksi 500 buah gitar perbulan dengan komposisi 80% untuk diekspor ke Inggris dan Amerika dan 20% untuk konsumsi dalam negeri (masuk pasar:(pengecer/retailer) lokal).
Lain halnya dengan perusahaan (baca: pengrajin) gitar punya teman seperjuangan saya, dengan jumlah karyawan tidak tetap 2 orang dengan bosnya sendiri (menjadi 3 orang) dapat memproduksi 2-5 gitar tiap bulan. itu tergantung permintaan pembeli juga, dan pengiriman terbanyak yaitu ke toko gitar yang menjadi pelanggannya dengan omset 5-10 gitar per pengiriman.
Memang terdapat fakta bahwa “Konsumen luar negeri percaya kayu dari Indonesia yang terbaik dan harga yang kami tawarkan juga cukup bersaing di sana” dan untuk pembuatan gitar itu sendiri memerlukan ketelitian dan kesabaran juga nilai seni tinggi. Dari mulai pemilihan kayu, penghalusan dan pembentukan gitar, pemasangan komponen (senar, fret, spul (khusus: gitar elektrik)), sampai pada pengepresan dan pengecatan memerlukan waktu yang cukup lama. Bila ditekuni dengan baik, bisnis gitar ini cukup potensial untuk mendorong pengrajin gitar supaya dapat hidup layak dengan hasil karya-karyanya.
Sebenarnya dari beberapa sumber, pabrik gitar itu tidak hanya berlokasi di bandung, tetapi juga ada di Bogor, Majalengka dan kuningan jawa barat. Dan produk mereka ini berkualitas eksport, jadi sedikit banyak dapat membantu peningkatan devisa negara.
Ramadhan sudah lama berlalu, tapi diriku masih diliputi dosa dan melakukanya disaat khilaf. Padahal ramadhan baru saja terlewat tiga minggu. Ah… sudahlah, jangan terlalu dipikirkan.
Sore tadi aku pulang dengan berjalan kaki, melewati sekumpulan anak yang bermain bola. Rasanya kembali teringat pada masa lalu ketika masih kanak kanak. main bola di lapangan hijau dengan keceriaan dan kepolosan. Tidak terlalu banyak pikiran dan bebas untuk bergerak serta beraktivitas. Masa-masa itu memang masa yang indah untuk dikenang.
Ditengah lapangan hijau tampak beberapa anak kecil. ada yang memakai kaos dan ada pula yang telanjang dada. dengan satu buah bola sepak mereka gembira menendangnya kesana kemari. terdapat penjaga gawang dan striker disana yang meluncurkan aksinya untuk mencetak gol.
Bila waktu dapat mundur ke belakang, rasanya diriku tak jauh berbeda dengan anak-anak yang kulihat sore tadi. Bila teringat diriku 12 atau 14 tahun silam juga betapa asyiknya bermain bola di depan kantor KORAMIL. pada waktu itu bolanya juga hanya bola plastik dan kami bermain di rumput halaman kantor KORAMIL tersebut yang kebetulan dekat sekali dengan jalan raya. sekali waktu pernah juga ketika temanku menendang bola dan kemudian bolanya terlempar ke jalan raya lalu terlindas mobil. dhueeerrr, meletuslah bola plastiknya itu.
September mulai tanggal 1 adalah bertepatan dengan mulainya bulan Ramadhan. Pada awalnya berpuasa di perantauan memang terasa kurang. Tapi ini bukan yang pertama kali aku rasakan. Dahulu waktu kuliah juga sering berpuasa di perantauan (baca : Yogyakarta). Hari pertama puasa, bertepatan juga dengan hari pertama kerja di perusahaan yang baru. Karena belum lama ini aku resign dari perusahaan yang lama dan mulai kerja 1September di perusahaan yang baru ini. Suasana Ramadhan disini ternyata tidak begitu jauh berbeda dengan di pulau jawa. Cuman waktu sahur dan berbuka saja yang selisihnya kurang lebih 20 menit. Bertempat di jalan Paus, aku ngekos pada keluarga yang juga muslim dan berasal dari jawa tengah. Disini juga disediakan catering dan warung Bakso. Jadi untuk keperluan buka puasa dan sahur, biasanya aku bergantung pada ibu kos. Disamping itu pula ketika menjelang Shalat Tarawih, ya sekalian saja aku juga nebeng keluarga ibu kos untuk pergi ke mesjid Ittihad. Selama 5 hari pertama ini alhamdulillah untuk buka puasa, dari mulai kolak, es buah, kue berisi pisang, es sirup dan bubur bisa didapat gratis (karena dikasih pemilik kos
). Ya memang sih pada awalnya berat untuk berpuasa jauh dengan keluarga.
Sudah tiga hari gw masuk kerja. Tepatnya di perusahaan yg bergerak di bidang Geographic Information Systems (GIS). Perusahaan ini maunya migrasi sistem GIS dari desktop ke Web.
Ada yang mau bantuin gak, dimana cari referensi atau bahan-bahan buat develop GIS pake ArcGIS 9.2 dan C# dengan .NET Framework 2.0.
Terutama buat jago-jago GIS dimanapun anda berada.
Hari ini, kemarin sampai empat hari yang lalu. Aku punya masalah yang bisa dibilang “bikin depresi” dan bikin orang kehilangan semangat hidupnya. Aku gak akan bilang disini masalahnya apa. Tapi yang jelas bikin hatiku hancur, pikiran dan otak kiri beserta kanan serasa mau meledak, nafas tersengal sengal seperti tinggal menunggu waktu ajal.
Namun itulah permasalahanku, karena seseorang. Maksudnya karena kesalahan seseorang. Terkadang diri kita jadi sakit hati. Atas yang diperbuat dia pada kita. Terlepas itu siapa, apa dan bagaimana kesalahanya dan lalu kita yang jadi korbannya. Sanggupkah kita hadapi sendirian, sanggupkah kita memaafkan orang yang melakukan kesalahan itu pada kita.
Cobalah untuk memaafkan…
Walaupun kesalahan dia sebesar apapun.
Ingatlah, Tuhan juga maha PEMAAF.
Karena “memaafkan jauh lebih sulit dari meminta maaf “.